Renungan Untuk Ayah

Masing-masing dari kita kadang kala tidak menyadari betapa berarti sosok ayah. Penulis sendiri kadang merasa ayah adalah sosok yang keras dan tegas, samasekali bukan sosok lembut. Namun akhirnya penulis sadar dan memahami betapa besar arti seorang ayah dalam kehidupan penulis. Hingga suatu waktu seorang teman memberi tahu sebuah artikel yang menarik untuk dibaca. Isinya sarat makna, berupa renungan untuk semua yang telah dilakukan ayah kepada kita.

Dibawah ini adalah artikel yang penulis baca, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua….

Ini renungan buat kita mengenai hal hal yang ayah lakukan kepada kita…

Mungkin kita sering salah kaprah terhadap ketegasan seorang ayah.

Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan/di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari.

Tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,  Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng.

Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak kecil, Papa biasanya mengajari si buah hatinya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”. Mama takut buah nya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas: “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya.

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.

Dan menasehati kamu kalau didalam ISLAM tidak ada istilah PACARAN.

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut.

Ketika melihat SANG BUAH HATI pulang larut malam, hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa SANG BUAH HATINYA akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.

Ketika kamu menjadi dewasa.

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.

Papa harus melepasmu di bandara,TERMINAL, STASIUN.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

BEKERJA KERAS SIANG DAN MALAM , demi mencukupi kebutuhan sang buah hati.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “si BUAH HATI NYA yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.”

Sampai saat seorang datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.

Karena Papa tahu.

Bahwa itulah yang akan menggantikan posisinya nanti, UNTUK MENJAGA MU.

Dan akhirnya…

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang dianggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu mengetahui, dihari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.

Dalam lirih doanya kepada SANG MAHA KUASA.

Papa berkata: “Ya ALLAH, aku titipkan BUAH HATI ku kepada MU, YA ALLAH. Si BUAH HATI yang lucu dan kucintai telah menjadi SEORANG yang aku banggakan. Bahagiakanlah ia bersama PASANGANNYA…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk.

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya.

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa:

“KAMU BISA” dalam segala hal…

1 Komentar (+add yours?)

  1. sryandyasmoko
    Mei 17, 2012 @ 03:12:39

    marai trenyuh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ladyHeeMay ^-^

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

3rd Album Waiting, Still Kyuhyun

We are Ever Lasting Friends

Solo Cyber City

Blog Berita Iseng

parjiati

Just another WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: